Bogor Tempo Doeloe

Jasinga, Bagian Bogor yang Banten Secara Kultural

Pernah ke Jasinga? Jasinga adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Jasinga terletak di sebelah barat Kota Bogor, berjarak sekitar 50 km. Saking jauhnya, banyak orang Bogor yang baru sekali-sekali saja ke sana, atau bahkan belum pernah sama sekali.

Kecamatan Jasinga merupakan sebuah kecamatan yang berbatasan langsung dengan Provinsi Banten, batas sebelah selatan terletak di Kampung Cigelung, tengah Kampung Cisarua, dan utara Desa Tarisi.

Zaman dulu sebelum ada jalan tol Merak, orang Bogor yang mau bepergian ke kota-kota di daerah Banten seperti Serang, Pandeglang, atau Rangkas pasti akan melewati daerah Jasinga melalui jalan-jalan yang masih dipenuhi sawah, hutan, dan perkebunan.

Pada umumnya, masyarakat Jasinga berprofesi sebagai petani, pedagang, dan buruh di Jakarta. Letak Jasinga sendiri sekitar 100 km dari Jakarta jika melalui jalur Tangerang-Tigaraksa-Tenjo. Jasinga konon berasal dari kata “Jayasingawarman”, yang merupakan nama raja pertama dari Kerajaan Tarumanegara. Dengan demikian, diperkirakan pusat Kerajaan Tarumanegara pertama kali kemungkinan berada di kawasan Jasinga sekarang.

Di Desa Pangradin, salah satu desa di Kecamatan Jasinga, masyarakat setempat percaya bahwa dahulu kala raja dan para pembesar sering beristirahat di sebuah bukit yang sekarang bernama Bukit Kaso, yang terletak di Kampung Pangradin I Desa Pangradin. Kecamatan ini menjadi persimpangan jalur dari Bogor menuju Rangkas Bitung dan Tigaraksa. Jarak dari Jasinga menuju Tigaraksa sendiri tidak begitu jauh, yaitu sekitar ± 35 km jika melalui Stasiun Tenjo dan Tigaraksa Golf & Resort (d/h Takara) yang berada di wilayah Sodong, Tigaraksa, Tangerang.

Pada masa lalu, Jasinga meliputi batas-batas Sajira di sebelah Barat, Tangerang di sebelah Utara, Bayah di sebelah Selatan, dan Cikaniki di sebelah Timur. Berlalunya waktu, Jasinga kini meliputi daerah Cigudeg, Tenjo, Nanggung, Parungpanjang dan Jasinga sebagai titik pusatnya. Oleh orang-orang tua dulu Jasinga disebut juga Bogor-Banten.

Disebut Bogor-Banten karena posisiya berbatasan langsung dengan wilayah Banten. Tidak hanya batas wilayah, tetapi ditinjau dari budaya, perilaku serta dialek bahasa mirip sekali dengan masyarakat Banten yang sebagian tidak terpengaruh dengan budaya Priangan. Kini Jasinga termasuk wilayah administrasi Kabupaten Bogor.

Jasinga tidak seperti legenda-legenda di Jawa Barat lainnya yang begitu percaya adanya Harimau Pajajaran serta dijadikan lambang atau filosofi tertentu, daerah itu lebih memilih “singa” sebagai lambang daerahnya. Di Jasinga sendiri berdiri sebuah tugu yang dinamai Tugu Singa sebagai landmark daerah itu.

Ada beberapa pendapat mengenai asal usul nama Jasinga yang masih perlu diteliti kebenarannya, dan diperlukan penelitian sejarawan. Kita pun masih bertanya-tanya apakah hewan-hewan Singa itu pernah ada di Jawa Barat bahkan di Indonesia sekalipun. Terlepas dari itu, orang sependapat bahwa singa adalah suatu perlambang kewibawaan, kejujuran, ketegasan, kemenangan walaupun hanya diceritakan dalam mitos dan legenda.

Sumber: Berbagai Sumber

Iklan
Standar